Capek membaca berita yg lebih banyak isu dengan kebenaran yang belum utuh yang diplubikasikan begitu saja untuk mencari perhatian menghidupkan dunia jurnalis. Kita pun sibuk membahasnya hingga bahkan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan hal yang lebih tepat untuk diperhatikan. Kita tidak bisa hanya menjadi penyerap berita, konsumen ilmu pengetahuan, hanya berpikir sebatas dugaan tanpa tindak lanjut pembuktian akan kebenarannya.
Akupun merasa sikap ilmiahku telah hilang. Sikap ini seharusnya dimiliki semua orang bukan hanya ilmuan. Ini tentang bagaimana bersikap mempertanyakan, mencari bukti, bereksperimen untuk membuktikan, menyampaikan untuk diperdebatkan lagi. Akhir-akhir ini aku begitu malas dan menerima saja setiap informasi yang masuk. Membaca beberapa blog yang berlabel science saya mempertanyakan lagi diri sendiri betapa tertinggal peradaban kita dibandingkan orang di luar sana. Hal ini dilihat dari kedalaman penyampaian terlepas dari benar atau salah yang menjadi tugas kita juga untuk mendebat isi dengan menunjukkan data dan hasil eksperimen yang ada.
Lalu apakah cukup jika data eksperimen hanya mengambil dari apa yang dilakukan orang lain? Pengalaman menyadarkan kalau terlalu banyak hasil direkayasa dan ilmuan juga manusia yang bisa salah dan juga memiliki kepentingan. Memandang negatif terhadap hasil keilmuan juga bukan solusi yang tepat karena tidak akan membawa kita kemana-mana malah terjebak sikap jago berkomentar, menaruh harapan pada hal diluar diri kita lalu lupa hingga sensasi berita mengingatkan lagi. Saya dan kebanyakan orang sering merasa puas dengan pandangan kita yang hanya dari satu sisi, tak mau didebat hingga hanya menghasilkan kebenaran yang setengah. Menyampaikan suatu pandangan merasa cukup dan mengabaikan yang lain, kebenaran sebatas nyaman yang sebenarnya membawa ketidaknyamanan. Continue reading ‘menjadi lebih ilmiah dalam menanggapi informasi’
Aku belajar profesionalitas dari seorang pegawai yang hanya digaji 500 ribu sebulan, tentang bagaimana dia ingin ikut pelatihan agar dapat bekerja dengan lebih cekatan dan lebih baik. Lalu kenapa tidak aku mengerjakan soal-soal fisika untuk melatih diri mengerjakan dengan lebih cekatan. Memahami permasalahan yang diberikan dengan lebih cepat dan tepat. Mencari metode yang lebih baik dalam mengerjakannya. Entah aku akan menjadi seorang fisikawan atau menjadi seorang bisnisman bahkan gelandangan, mengerjakan soal-soal fisika dapat melatih kemampuan analisisku, kejelian membaca masalah dan memahami sistem, dan daya tahan bila menghadapi kebuntuan. Pada akhirnya menjadi apapun dengan label apapun pikiranku jadi lebih siap menghadapi setiap masalah. 


Recent Comments