Archive for the 'Science' Category

29
Jul
09

menjadi lebih ilmiah dalam menanggapi informasi

Capek membaca berita yg lebih banyak isu dengan kebenaran yang belum utuh yang diplubikasikan begitu saja untuk mencari perhatian menghidupkan dunia jurnalis. Kita pun sibuk membahasnya hingga bahkan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan hal yang lebih tepat untuk diperhatikan. Kita tidak bisa hanya menjadi penyerap berita, konsumen ilmu pengetahuan, hanya berpikir sebatas dugaan tanpa tindak lanjut pembuktian akan kebenarannya.

Akupun merasa sikap ilmiahku telah hilang. Sikap ini seharusnya dimiliki semua orang bukan hanya ilmuan. Ini tentang bagaimana bersikap mempertanyakan, mencari bukti, bereksperimen untuk membuktikan, menyampaikan untuk diperdebatkan lagi. Akhir-akhir ini aku begitu malas dan menerima saja setiap informasi yang masuk. Membaca beberapa blog yang berlabel science saya mempertanyakan lagi diri sendiri betapa tertinggal peradaban kita dibandingkan orang di luar sana. Hal ini dilihat dari kedalaman penyampaian terlepas dari benar atau salah yang menjadi tugas kita juga untuk mendebat isi dengan menunjukkan data dan hasil eksperimen yang ada.

Lalu apakah cukup jika data eksperimen hanya mengambil dari apa yang dilakukan orang lain? Pengalaman menyadarkan kalau terlalu banyak hasil direkayasa dan ilmuan juga manusia yang bisa salah dan juga memiliki kepentingan. Memandang negatif terhadap hasil keilmuan juga bukan solusi yang tepat karena tidak akan membawa kita kemana-mana malah terjebak sikap jago berkomentar, menaruh harapan pada hal diluar diri kita lalu lupa hingga sensasi berita mengingatkan lagi. Saya dan kebanyakan orang sering merasa puas dengan pandangan kita yang hanya dari satu sisi, tak mau didebat hingga hanya menghasilkan kebenaran yang setengah. Menyampaikan suatu pandangan merasa cukup dan mengabaikan yang lain, kebenaran sebatas nyaman yang sebenarnya membawa ketidaknyamanan. Continue reading ‘menjadi lebih ilmiah dalam menanggapi informasi’

14
Dec
08

Kembali ke fisika

milky_way-as-seen-in-a-dark-location-c-dickAku belajar profesionalitas dari seorang pegawai yang hanya digaji 500 ribu sebulan, tentang bagaimana dia ingin ikut pelatihan agar dapat bekerja dengan lebih cekatan dan lebih baik. Lalu kenapa tidak aku mengerjakan soal-soal fisika untuk melatih diri mengerjakan dengan lebih cekatan. Memahami permasalahan yang diberikan dengan lebih cepat dan tepat. Mencari metode yang lebih baik dalam mengerjakannya. Entah aku akan menjadi seorang fisikawan atau menjadi seorang bisnisman bahkan gelandangan, mengerjakan soal-soal fisika dapat melatih kemampuan analisisku, kejelian membaca masalah dan memahami sistem, dan daya tahan bila menghadapi kebuntuan. Pada akhirnya menjadi apapun dengan label apapun pikiranku jadi lebih siap menghadapi setiap masalah. Continue reading ‘Kembali ke fisika’

21
Oct
08

Solusi Divergen

Satu hal yang saya pelajari dari Fisika adalah begaimana cara memecahkan masalah apabila ditemukan kasus-kasus yang rumit. Apabila ketika mengerjakan sebuah persamaan sering ditemukan masalah yang harus diabaikan. Jika tidak maka kebenaran/solusinya tidak akan ketemu bahkan hingga kepala botak, muntah darah lalu masuk liang kubur. Misalnya ketika bertemu dengan sebuah deret yang divergen, artinya ketika nilainya bertambah menuju tidak berhingga maka solusi yang dihasilkan juga menuju tidak berhingga. Dalam dunia nyata mungkin bisa diterapkan ketika kita menemukan solusi yang akan melebar kemana-mana yang tidak ada ujungnya. Bila menemukan hal seperti ini akan diabaikan dan beralih mencari solusi yang konvergen, artinya ketika nilainya menuju tidak berhingga maka solusinya akan menuju pada suatu nilai tertentu. Continue reading ‘Solusi Divergen’

28
Sep
08

apakah genius apakah sombong

Ada kesan kalau seorang fisikawan terutama yang menguasai mekanika kuantum biasanya orang yang sombong. Kenapa? Mentang-mentang mengerti hal-hal rumit tidak mau berbaur dengan yang lain. Sebelum menilai seperti itu coba dipikir lagi. Continue reading ‘apakah genius apakah sombong’

28
Aug
08

Ekodesain

Sekedar menghembuskan optimisme bagi yang peduli pada alam atau kehidupan manusia di masa depan. Diambil dari buku The Hidden Connections karya Fritjof Capra mengenai bagaimana bioteknologi dihasilkan dengan belajar dari alam bukan hanya dengan mengeksploitasi alam sebagai sumber bahan mentah. Continue reading ‘Ekodesain’

25
Aug
08

Physics of Emptiness

Distance between jakarta-bandung is about 116 km (tempointeraktif.com). Our planet are 8.3 light minutes away from the sun. The nearest star is 4.2 light years away from the sun (1 light years=9,460,000,000,000 km). If we rescale distance of jakarta-bandung to 1 mm then distance between earth-sun will be around 1.3 km. I think this is enough to show how empty our space is. Then we must put our nearest star pin 342.517 km away (near the orbit of our moon which 384.403 km). Now I’m shock!!. Continue reading ‘Physics of Emptiness’

03
Aug
08

Black Holes & Time Warps

Sebelumnya saya minta maaf kepada Kip S. Thorne karena telah membaca buku ini tanpa membeli (alias membajak). Terus terang saya sangat ingin membacanya tapi tidak mampu membelinya karena saya masih mahasiswa dan belum bekerja, tapi saya berjanji kalau nanti punya uang saya akan membeli yang asli sebagai penghormatan karena buku ini sangat bagus dan saya juga menghormati setiap ilmuwan apalagi fisikawan/wati.

Buku ini adalah salah satu buku science populer terbaik yang pernah saya baca (belum habis sih, belum punya waktu luang dan tebalnya minta ampun apalagi dalam bahasa inggris). Saya suka caranya bercerita yg kronologis tentang pergulatan para fisikawan teori merumuskan blackhole. Disini diceritakan sisi manusiawi para fisikawan dalam menghadapi halangan dalam melakukan research. Misalnya teror politik Stalin yang membelenggu fisikawan seperti Landau atau perseteruan Arthur Eddington dengan Chandrasekhar (mahasiswanya) karena berbeda pandangan tentang massa maksimum bintang katai putih.

Tidak hanya cerita tentang perumusannya, diterangkan juga secara kualitatif mengenai pemikiran yg mendasari penemuan mereka. Disertai gambar dan tidak ada matematika yg membelit sehingga mudah dimengerti setiap orang meskipun butuh kemampuan berpikir abstrak.

Buku-buku seperti ini sangat cocok bagi mereka yang mendalami fisika teori atau yg suka berpikir abstrak. Bagi yg naif akan bertemu banyak fisikawan seperti itu dalam buku seperti ini. Sifat naif, keras kepala dan kesepian mereka yang saya suka dan membuat saya ingin bergabung dengan komunitas mereka, membuat saya merasa memiliki teman senasib, sepemikiran dan memiliki cara pandang yang sama tentang hidup (lah, koq curhat!?)