Archive for the 'jalan-jalan' Category

02
Sep
08

Bunga untuk Kekasih

Perasaan ini blog jadi terlalu serius, ga seimbang. Pengen ngelucu tapi ga bakat. Mungkin cerita ini lucu karena beberapa orang yang mendengarnya ketawa, menurut saya sama sekali tidak.

Dulu saya pernah berjanji pada sebut saja gf, sekarang ex-gf, akan membelikan bunga. Entah kenapa tiba-tiba ada janji seperti itu. Pada suatu saat kami berdua jalan2 sampai melintasi sebuah kompleks penjualan bunga. Daripada bolak-balik lagi saya ajak saja dia ikut membeli saat itu juga. Masuk ke salah satu toko kami memilih. Setelah dapat saya menanyakan harga. Cukup mahal, lalu saya menawar dengan alot. Tidak dapat kesepakatan saya ajak gf menanyakan di toko lain, cari terus hingga akhirnya dapat yang paling murah tapi tidak kalah bagus. Kepuasan maksimal dengan pengeluaran minimal.

Lalu dimana lucunya? Ga ngerti kan? Gf menertawakan saya sepanjang perjalanan pulang.

03
Aug
08

Ke Tangkuban Perahu

Pada haris kamis lalu saya dan teman2 (koq kayak anak SD ya): Novi, Irsyad, Amalia, Niam dan Asyrun jalan2 ke Tangkuban Perahu (akhirnya….). Awalnya saya tidak ikut karena diare, tapi atas saran Novi pagi itu langsung sembuh n langsung nyusul tapi ga sempat ikut metik stroberi di Lembang. Setelah ketemu di Lembang lalu saya temani dulu mereka makan. Perjalanan nyaris batal karena hujan. Apabila batal maka kerugian buat saya yg pergi sejauh itu cuma buat menemani mereka makan, apalagi saya sengaja bolos diskusi dengan P. Herman (sstt….) karena saat ini menghilangkan kejenuhan karena belajar terus selama libur lebih penting buat saya. Untungnya hujan berhenti.

Tertipu tukang angkot

Setelah semua perut pada kenyang kami mencari angkot menuju tangkuban perahu. Awalnya ada yang menawari mobil pribadi dengan biaya….(lupa, tanya Novi aja) tapi tidak kami hiraukan. Beberapa saat kemudian sebuah angkot berhenti di depan kami. Angkotnya penuh sehingga kami tidak hiraukan juga. Lalu beberapa penumpang keluar dari angkot tsb. sehingga tersedia tempat duduk buat kami tapi kami menyangka mereka disuruh turun dengan terpaksa dan hal itu terbukti setelah angkot jalan saya lihat mereka berjalan jauh dengan muka cemberut. Kami benar2 merasa bersalah karena itu dan sambil guyon salah satu dari kami bilang klo nanti kita bisa kena hukum karma tanpa tahu kalau pahalanya memang sedang menunggu kami. Continue reading ‘Ke Tangkuban Perahu’