Archive for the 'Education' Category

15
May
10

discussion like teaching method

I really enjoy attend English class today. In this the teacher also sat with us instead of talk in the front like regular class. Like a meeting with friendly situation. He let us talk each other using our miserable english while he guide the topic. We talk about employment and working environment. While learning to make a conversation we also get to know each other.

I usually afraid to speak using english because I don’t have a friend or family who speak english. So I still feel awkward to start talking (Although I can’t stop talking when explaining about physics to 5th grade student). But this class concept make me feel very comfortable to talk although I know I make some mistake using grammar and pronounce my words. So, it is not your fault if you don’t understand about what I’m talking about. Confident is the key. So, by learn to speak english I also try too boost my confident. No mistake no gain. Continue reading ‘discussion like teaching method’

05
Jun
09

menjadi tauladan

Saya terkesan dengan komentar putri Gus Dur tentang bapaknya. Bahwa ketika mereka kecil mereka tidak dididik dengan larangan seperti orang tua kebanyakan. Gus Dur tidak pernah mengucapkan tidak boleh begini dan tidak boleh begitu pada anaknya. Yang dia beri tahukan hanya penjelasan tentang berbagai jalan yang tersedia dan konsekuensinya lalu Beliau memberikan kebebasan pada anaknya untuk memilih. Suatu cara yang memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi pada anak-anak dimana perlu kekuatan untuk menerima apa pun yang menjadi pilihan anak-anak, menerima mereka bagaimanapun jadinya mereka nanti dengan tidak menghakimi menggunakan berbagai nilai-nilai moral.

Selain itu dia juga sedikit sekali menasehati anak-anaknya dengan kata-kata karena nasehatnya tercermin dari sikap hidup dan perbuatannya. Seperti kata Gandhi: “My Life is My Message” mungkin begitulah cara terbaik untuk mengajarkan berbagai hal pada orang lain. Saya ingat sebuah cerita ketika Gandhi diminta menasehati seorang anak oleh ibunya si anak. Gandhi meminta waktu untuk itu hingga seminggu kemudian dia melakukan apa yang diminta sang ibu. Ibu itu heran dan bertanya kepada Gandhi tentang apa yang telah dilakukannya selama seminggu itu. Gandhi menjawab kalau sebelum menasehati seorang anak dia mesti melakukan dulu apa yang akan dikatakannya. Memberi contoh bukan perkataan. Continue reading ‘menjadi tauladan’

30
Sep
08

Kanvas pribadi

Sewaktu SD dulu saya ingat selalu dipaksa mengarang oleh guru. Mengarang yang benar-benar mengarang. Menuliskan apa yang tidak pernah saya alami. Syaratnya juga memberatkan buat saya: tulisan minimal satu halaman penuh kertas polio, harus rapat. Menggambar juga sama, disuruh gambar gunung dengan pola yang sama: Dua buah segitiga ditengahnya matahari mengintip sungai menjulur seperti lidah dari kaki gunung di kanan kirinya kotak-kotak sawah. Saya selalu mendapat nilai jelek dalam kedua mata pelajaran ini. Terutama mengarang yang sering kesulitan untuk menulis bahkan hanya satu paragraf. Kebiasaan ini masih terbawa sampai saat membuat laporan eksperimen. Saya terkenal irit menulis. Bila yang lain sanggup membuat laporan hingga sepuluh halaman saya cuma bisa dua. Bila ditanya selalu ngeles “Saya ga biasa banyak bacot”. Continue reading ‘Kanvas pribadi’

26
Aug
08

The Secret

Banyak sekali tips untuk jadi sukses, hidup bahagia dan berbagai macam how to lainnya. Beberapa menjanjikan pada pembaca akan meraihnya dalam beberapa jam bahkan menit. Ada juga yang dapat merubah anda dalam hitungan langkah, maksudnya mungkin membaca harus sambil melangkah, maaf klo garing!! Beberapa orang mungkin benar-benar dapat manfaat dari bacaan seperti ini. Ada juga yang malah makin menjauh dari tujuan setelah gagal menerapkannya, jadilah bacaan itu berubah judul menjadi “Tips Ampuh Menjadi Depresi”. Sebenarnya tips-tips seperti ini dapat disimpulkan menjadi sebuah resep yang sangat manjur. Resep rahasia untuk menjadi sukses dan hidup bahagia tersebut adalah Continue reading ‘The Secret’

11
Aug
08

Tentang Merokok

Disini saya tidak akan menjelaskan efek negatif rokok bagi kesehatan karena anda tinggal googling dan pasti ketemu banyak. Apalagi kelihatannya orang-orang disini tidak peduli dengan itu. Jangankan untuk sehat dan umur panjang malahan nyawa bisa mereka korbankan untuk hal-hal tidak penting seperti balap liar, bacok2an, dll. Karena pengakuan dan penerimaan dari kelompok, itulah hal yang dibutuhkan oleh bangsaku yang rendah diri ini.

Merokok adalah hal yang disukai hampir setiap bapak2 yg saya lihat dijalan terutama justru orang yg kelihatan susah. Entah karena hidupnya lebih berat atau gimana. Tapi bukannya pengeluaran untuk rokok justru bikin hidup tambah susah, hanya nikmat sesaat dan bikin ketergantungan selamanya. Akhirnya miskin selamanya karena tidak pernah punya cukup uang untuk ditabung. Untungnya ya jadi mati lebih cepat. Continue reading ‘Tentang Merokok’

09
Aug
08

Summerhill School

Buku ini menceritakan tentang sebuah sekolah yang sangat demokratis karena setiap siswa memiliki kebebasan dalam mengatur sekolah. Siswa memiliki kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan mengatur dirinya sendiri.

Selama membaca buku ini saya tidak henti-hentinya berkata “Sugoi…sugoi…sugoi…!!”(amazing) karena prinsip yang dipakai sungguh diluar kebiasaan bahkan bertentangan dengan cara pikir umum. Sejak awal saya sudah memikirkan tentang sistem seperti ini dan A.S.Neill telah melakukannya sejak dulu. Pada saat membaca buku ini baru saya sadar kalau sangat sulit menjadi guru yang demokratis. Butuh kesabaran dan rasa percaya yang tinggi terhadap siswa. Anak yang lulus dari sekolah ini memiliki sikap mental yang lebih terbuka, jujur, optimis dan bahagia. Bahkan ada seorang guru besar matematika yg merupakan lulusan sekolah ini(Sugoi…!!) Continue reading ‘Summerhill School’

08
Aug
08

Causa…

Benar kata Yui kalau banyak orang-orang yang tidak punya tujuan yang jelas di sekolah atau ruang kuliah. Tidak menampakkan semangat tapi kebosanan dan hanya menerima saja waktu habis tidak jelas. Tidak seperti sekolah musik dimana orang-orang yang punya minat dan tujuan yang jelas ketika berlatih.

Sejak awal kita memang selalu belajar dengan perasaan terancam, takut karena masa depan yang pasti selalu terpatri dalam lembaga pendidikan, hingga akhirnya sadar tidak ada hari esok yang pasti. Pendidikan hanya untuk orang-orang tertentu dan membentuk orang-orang tertentu. Pentingnya menerima perbedaan diajarkan oleh sistem yang bahkan tidak mengakui keunikan sifat dan bakat manusia. Continue reading ‘Causa…’

03
Dec
07

Sedikit Naif

Saya tidak tahu bagaimana sistem yang digunakan dalam sekolah yang siswanya memang berprestasi, tapi banyak sekolah justru melakukan seleksi untuk anak-anak yang berbakat dengan menyampingkan yang lain. Sekolah-sekolah unggulan adalah sekolah yang menyaring anak-anak berprestasi dari tingkat sekolah sebelumnya sehingga pada akhirnya lulusan dari sekolah itu adalah yang terbaik. Anak-anak yang dianggap gagal akhirnya hanya masuk ke sekolah yang lebih tidak bermutu, yang bodoh akan selamanya jadi orang bodoh.

Hmm…, saya pikir sekolah dan pendidikan disebut bermutu justru kalau lembaga itu menerima anak-anak gagal ini dan membuat mereka menemukan jalan menuju keberhasilan. Memberi mereka harapan. Membuat mereka yang tidak memiliki tujuan hidup jadi punya sesuatu untuk dicapai. Merubah seorang preman menjadi seorang pemimpin.

03
Dec
07

Anggaran pendidikan

Kenapa pemerintah hanya mengalokasikan anggaran untuk pendidikan hanya 11%. Salah satu dugaan saya karena mereka pikir jika masyarakat nanti jadi pintar maka posisi mereka makin terancam, entah karena makin banyak orang yang menjadi saingan dalam lapangan pekerjaan, mampu menggantikan kedudukan mereka serta masyarakat tidak mudah lagi dibohongi sehingga mereka perlu berpikir lebih keras lagi menyusun strategi politik.

Pemerintah hanya melihat masyarakat sebagai obyek yang harus diatur dan masyarakatpun membiarkan diri mereka dijadikan obyek. Masyarakat telah kehilangan kedaulatan dalam dirinya, di mana diri menyerahkan berbagai klaim penuhnya dalam setiap sektor dunia pada masing-masing pakar dan pemegang mandat lainnya, sehingga mengantarkan pada pembodohan dan kondisi termiskinkan. Contoh yang sangat jelas adalah ketika peran masyarakat dalam pembangunan hanya ketika memilih dalam pemilu, menaruh harapan hidupnya pada pemerintah dan berdemo untuk menjatuhkan pemerintahan yang telah dipilihnya apabila gagal memenuhi harapannya. Masyarakat tidak dibiarkan memiliki kemampuan sendiri untuk memanage hidupnya dan mencari perannya sendiri dalam kehidupan. Yang tentu saja hanya dapat terjadi jika masyarakat cukup terdidik dan memiliki akses ke dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang benar-benar tepat, bukan hanya sekadarnya. Sekadar menghabiskan waktu dan uang, sekadar mendapat teman, sekadar lulus dan berijazah.

03
Dec
07

Apa gunanya sekolah?

Melihat seorang bapak yang menjemput anak perempuannya yang pulang sekolah. Dengan pakaian PNS coklat gelap dan motor bebek keluaran lama. Anaknya duduk dengan posisi menyamping karena memakai rok sekolah yang panjang sederhana. Sebenarnya kasihan juga mereka, walau bisa sekolah dengan bayaran yang saya tidak tahu berapa (mungkin gratis tapi belum pernah saya dengar ada sekolah gratis di Denpasar, Bali) tapi apakah mereka benar dididik dengan cara yang benar? Sehingga setelah melewati masa pendidikannya dia dapat menghadapi tantangan hidup, sehingga dia bisa memenuhi apa yang diharapkan orang tuanya dengan bekerja dan menyekolahkannya. Tidakkah bapak dan anak itu sadar bahwa sebenarnya mereka mungkin sedang ditipu? Uang mereka diambil dan mereka hanya diberi pendidikan yang belum tentu seperti yang diharapkan. Apakah mereka tahu kalau kemungkinan besar mereka akan tetap miskin dan ilmu yang dia dapat di sekolah entah akan digunakan untuk apa.

Tidak banyak berbeda antara orang yang bersekolah dengan yang tidak? Masih sama tidak memiliki pandangan yang jelas tentang dunia ini dan bagaimana hidupnya dan hidup orang berjalan dan saling mempengaruhi. Masih berpikir dengan cara pikir umum. Pejabat masih berpikir seperti penjahat. Pelaku tawuran banyak yang bersekolah. Para pemerkosa atau yang memproduksi film porno bersekolah. Orang yang menebang dan membakar hutan sehingga merusak lingkungan juga lulus dari sekolah tinggi. Lulusan perguruan tinggi seperti ITB saja bisa ada yang gila bahkan ada yang bunuh diri. Lantas apa gunanya sekolah?




 

June 2012
S M T W T F S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter

  • Alat spektroflourometer di SF ITB. Klasik dengan perekam spektrum analog. Mesti scan lg datanya biar bs dipresentasikan twitpic.com/9rxrwx.............................9 hours ago
  • Disiksa knp ente? Moga ga makin kriting tuh rambut nahan siksa @__MicHaN: "penyiksaan" sesi pertama sudah selesai.. Sekarang "fly" duluuu...............................2 days ago
  • Omg I miss G7 so much, thanks for sharing the pict.Hope they don't edit you in this ep :) @b89530: twitpic.com/9r1j0h.............................2 days ago
  • An easily distracted mind.............................3 days ago
  • Today, I also won't believe in thermocouple. Believe only in my eyes *experiment failed cuz material evaporate b4 reach its melting point.............................3 days ago

visitor

  • 6,097 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.