Jika sekarang aku ingin kasih sayang dari seseorang mungkin karena aku iri dengan orang lain yang terlihat bahagia dengan pasangannya masing-masing atau karena aku iri dengan diriku dulu yang memiliki seorang wanita yang menganggap diriku spesial. Jika sekarang aku mencari kebahagiaan dari pelukan seorang wanita mungkin karena dalam diriku sendiri aku tidak bahagia. Aku pernah berusaha keras untuk memenangkan cinta seseorang tapi ketika cinta itu datang aku menghindar, aku takut, aku minder merasa aku tidak pantas untuk itu, tidak pantas untuk bahagia walaupun tidak ingin dipungkiri aku menginginkannya. Hal yang pantas untukku hanya derita, kesepian, penolakan. Saat aku berdiri di merajan rumah dan berpikir lagi hingga aku sadar. Kebahagiaan itu tidak ada di luar. Ia ada di dalam diriku, hanya diriku yang bisa membuat aku merasa bahagia. Kebahagiaan yang ada di luar itu semu, dia datang dan segera akan berakhir. Berganti menjadi kesepian yang sangat. Aku putuskan untuk membuat diriku bahagia dulu, agar aku nyaman dengan diriku dan segala kekuranganku.
Tidak lagi berharap akan dimengerti, akan disayangi, akan ada yang peduli. Jika setiap orang ingin dimengerti, ingin dipedulikan lalu siapa yang akan memberi? Orang tua kecewa karena anaknya tidak menurut, karena berkali-kali menasehati tapi tidak pernah didengar, si anak merasa orang tuanya tidak mengerti dirinya dan memilih jalan untuk menghukum orang tuanya dengan melawan nilai-nilai moral orang tuanya. Pada akhirnya yang terjadi adalah jarak yang semakin lebar. Setiap orang ingin dimengerti tidak terkecuali aku. Namun tidak ada gunanya aku berharap lagi, biar aku yang memberi. Sekalipun sepi tapi apa lagi yang bisa kulakukan. Mungkin saja diluar sana banyak yang peduli namun tidak ku sadari. Mungkin karena semakin dicari semakin dia terasa jauh, meskipun dia ada di dekat ku tanpa kusadari. Karena aku terlalu sibuk meminta dan berharap hingga lupa untuk memberi.
Disekitarku, dimana orang-orang tidak suka membahas permasalahan intelektual. Dimana masalah yang ada adalah tentang mencari jodoh, yang ada adalah cerita tentang sakit-menyakiti. Ketika cinta berakhir dengan rasa sakit dan dendam yang terbawa bertahun-tahun. Cerita yang membuatku mengernyitkan dahi penuh ketidakmengertian. Kenapa rasa sakit itu mereka sebut cinta? Kenapa makin disakiti justru makin tertanam rasanya? Yang aku ingat sekarang adalah mereka yang mungkin pernah kusakiti. Maaf aku baru mengerti dari cerita mereka kalau sakit karena cinta bisa begitu dalam. Aku begitu polos atau aku memang bajingan hanya beda tipis. Akupun tidak bisa menjamin jika aku telah berubah, bahwa aku telah sadar. Aku tetap lemah, mengambil keputusan-keputusan yang akhirnya aku sesali karena ketidaksabaran dan ketidakpahamanku. Ini jalan hidup kalau kata orang tua-muda disini, benarkah?
Jika orang-orang disini tidak mau berubah dan lebih memilih mengeluh. Inikah jalan hidup? Jika setiap diskusi ditutup dengan pernyataan “karena memang begitu dari dulu” Itukah maksudnya jalan hidup? Hingga ingin kubuat sebuah hipotesa kalau takdir adalah akibat dari kelemahan manusia. Keegoisan, kebodohan, ketidaktenangan, ketidakpedulian, kesalahpahaman karena ketidakjujuran, etc etc… yang harus diformulasikan menjadi sebuah rumus takdir.

yang saya suka dari tulisan Nara adalah pasti ada sesuatu yang dapat dijadikan renungan, membahas problem dari sisi lain, gabungan pengalaman yang berujung pada penemuan jati diri. keep writing bro..
life is beautiful or life is a suck?
dunia yang lebih baik dimulai dari kita yang tak turut mengeluh berlabel takdir.
Salah satu Sumber penderitaan kita adalah Keserakahan kita baik untuk segi materi, maupun mental berupa ingin perhatian orang lain, ingin pengakuan akan kemampuan kita, dsb..
artikel ko nara keren abis deh, untuk perenungan sehari-hari..
btw boleh ga g print n g bagikan tuk teman? thx..
walo kdg agak susah dilakuin, tp ak pun coba bljr untk hal ini.. tulisannya bgs skali..
salam kenal kak,
@nagaterbang
Thanks, saat ini saya tidak tahu lagi menulis apa selain dari pengalaman diri dan pergelutan batin yang terjadi
@richard
Thanks Browww
@julian chang
tumben nongol, kemana aja nih?:) silahkan saja kalau memang bisa berguna
@lista
salam kenal juga, iya memang susah dilakuin. Perlu dilatih setiap saat karena sering lupa hingga berkubang lagi dalam perasaan menjadi korban ketidakadilan hidup. tapi daripada penyakit terus datang dan pergi mending diatasi akarnya
Mencari, tidak menemukan
Berharap, akan kecewa
Memiliki, akan kehilangan