Sewaktu SD dulu saya ingat selalu dipaksa mengarang oleh guru. Mengarang yang benar-benar mengarang. Menuliskan apa yang tidak pernah saya alami. Syaratnya juga memberatkan buat saya: tulisan minimal satu halaman penuh kertas polio, harus rapat. Menggambar juga sama, disuruh gambar gunung dengan pola yang sama: Dua buah segitiga ditengahnya matahari mengintip sungai menjulur seperti lidah dari kaki gunung di kanan kirinya kotak-kotak sawah. Saya selalu mendapat nilai jelek dalam kedua mata pelajaran ini. Terutama mengarang yang sering kesulitan untuk menulis bahkan hanya satu paragraf. Kebiasaan ini masih terbawa sampai saat membuat laporan eksperimen. Saya terkenal irit menulis. Bila yang lain sanggup membuat laporan hingga sepuluh halaman saya cuma bisa dua. Bila ditanya selalu ngeles “Saya ga biasa banyak bacot”. Continue reading ‘Kanvas pribadi’
Archive for September, 2008
Kanvas pribadi
Samsara: The Movie
Nonton film ini saya ga begitu mengerti maksudnya apa. Tentang seorang biksu yang telah mengalami meditasi dalam waktu lama kemudian kembali ke vihara. Namun ketika melihat buah dada seorang ibu yang sedang menyusui anaknya nafsu kembali muncul. Lalu bertemu seorang gadis di desa dan jatuh cinta. memutuskan menanggalkan kebiksuannya untuk menikah dengan gadis itu. Selama hidup bersama petani dia melihat berbagai masalah sosial seperti penipuan dalam berdagang dan kesewenangan oleh orang yang lebih kuat. Protesnya membuat dia malah dihajar dan mengakibatkan penduduk desa semakin menderita. Dalam kebingungan entah kenapa dia memutuskan untuk kembali menjadi biksu. Continue reading ‘Samsara: The Movie’
Menghadapi Meja Hijau
Selama beberapa hari saya digenjot untuk menyelesikan TA secepatnya. Mengejar deadline dengan banyak pertanyaan masih berputar-putar di kepala. Ingin cepat lulus tapi merasa kemampuan masih belum cukup. Jalan di depan terasa gelap tidak tahu akan sampai atau tidak. Sampai saat terakhir masih belum bisa memutuskan apa akan maju untuk sidang atau tidak jadi kerjakan saja tidak usah memikirkan apapun didepan biarkan waktu yang nentuin. Continue reading ‘Menghadapi Meja Hijau’
apakah genius apakah sombong
Ada kesan kalau seorang fisikawan terutama yang menguasai mekanika kuantum biasanya orang yang sombong. Kenapa? Mentang-mentang mengerti hal-hal rumit tidak mau berbaur dengan yang lain. Sebelum menilai seperti itu coba dipikir lagi. Continue reading ‘apakah genius apakah sombong’
Bulan ini rangking satu yang diduduki Sony Ericsson sebagai perusahaan paling hijau diambil alih oleh Nokia (Greenpeace). Malah posisinya kini anjlok ke lima. Ini karena nokia berinisiatif untuk mendaur ulang ponsel dan memproduksi ponsel hibrid. SE belum banyak melakukan itu namun semua produknya telah bebas dari zat yang beracun (bagi lingkungan, semoga tidak ada yang menerjemahkan “bisa dimakan”). Ini menjadi motivasi SE untuk menghadirkan ide yang unik untuk mendukung program hijau. Pihak SE mengundang beberapa pers dan blogger untuk menunjukkan ide mereka untuk menciptakan produk yang lebih bersahabat terhadap lingkungan. Selengkapnya bisa dibaca di SE-NSE.NET.
Dengan penjualan ponsel yang gila-gilaan diseluruh dunia (SE saja bisa lebih dari 100juta setahun) hal ini bakal berdampak sangat besar bagi lingkungan. Apalagi jika hal ini diikuti oleh produsen lain apalagi Nokiem yang penjualannya produknya jauh diatas Samsung yang menempati posisi dua sebagai produsen ponsel terbesar.
Aku?
Saat aku mati
Tubuhku dibakar menjadi abu
dihanyutkan ke laut dan menyatu kembali ke tanah
Jiwaku kembali menyatu menghadap yang kuasa
Kisahku tertulis dalam kenangan setiap kerabat
Hingga terlupakan bersama waktu
Lalu siapa atau apakah aku?
Ide dari intisari juni 2008
Vegetarian: First Step
Menarik juga baca berbagai alasan orang menjadi vegetarian, seperti untuk kesehatan, diet dan kepedulian pada lingkungan dan lain2. Itu menjadi nilai tambah buat saya. Saya sendiri memiliki alasan lain menjalaninya. Mungkin bisa jadi referensi bagi yang mempertimbangkan menjalani pola hidup vegetarian. Saya sendiri tidak ikut aliran kepercayaan apapun jadi jangan melihat ini sebagai suatu bentuk konversi atau apapunlah namanya. Cuma berbagi pengalaman. Continue reading ‘Vegetarian: First Step’
Saat Pulang Kampung
Pulang ke Bali. Bertemu keluarga, melepas rindu terutama pada adik2 yang masih kecil2. Lucu2, bikin pengen jadi anak kecil lagi, ga usah mikir yang tidak2, main aja teruuusss!! Kumpul bersama keluarga bertemu teman lama. Pemandangan Indah dan kota yang bersih menjadi alasan untuk pulang ke Bali. Tapi tidak udara panas yang menyengat.
Tidak juga dengan berbagai permasalahannya. Banyak sekali, membuat tidak betah ingin kabur lagi ke Bandung. Setiap naik mobil bersama keluarga selalu saja ada cerita menarik dan menggemaskan yang terjadi di seputar orang-orang Bali. Continue reading ‘Saat Pulang Kampung’
Bunga untuk Kekasih
Perasaan ini blog jadi terlalu serius, ga seimbang. Pengen ngelucu tapi ga bakat. Mungkin cerita ini lucu karena beberapa orang yang mendengarnya ketawa, menurut saya sama sekali tidak.
Dulu saya pernah berjanji pada sebut saja gf, sekarang ex-gf, akan membelikan bunga. Entah kenapa tiba-tiba ada janji seperti itu. Pada suatu saat kami berdua jalan2 sampai melintasi sebuah kompleks penjualan bunga. Daripada bolak-balik lagi saya ajak saja dia ikut membeli saat itu juga. Masuk ke salah satu toko kami memilih. Setelah dapat saya menanyakan harga. Cukup mahal, lalu saya menawar dengan alot. Tidak dapat kesepakatan saya ajak gf menanyakan di toko lain, cari terus hingga akhirnya dapat yang paling murah tapi tidak kalah bagus. Kepuasan maksimal dengan pengeluaran minimal.
Lalu dimana lucunya? Ga ngerti kan? Gf menertawakan saya sepanjang perjalanan pulang.
Bara no nai Hanaya
Artinya ‘The Flower Shop Without Roses’. Tentang seorang pemilik toko bunga kecil dan anaknya yang pintar. Hidupnya yang sederhana dan damai mulai terganggu oleh seorang dokter yang ingin membalas dendam akibat kematian putrinya.
Satu hal yang menarik adalah karakter kuat yang dimiliki si pemilik toko bunga. Sederhana dan tegar menghadapi berbagai masalah yang berdatangan. Dia juga memiliki seorang sahabat. Dua orang bersahabat ini memiliki karakter yang bertolak belakang. Si pemilik toko bunga yang terkesan pasrah, ambisinya hanya menjalankan toko bunga. Orang yang menerima bagaimanapun orang lain menyakitinya bahkan berbalik membantu ketika ada masalah. Sedang sahabatnya orang yang lebih memilih menyakiti orang lain sebelum dirinya disakiti. Latar belakang masa kecilnya menjelaskan kenapa sifatnya begitu.
Bagaimana ayah dan putrinya menyelesaikan masalah diantara mereka sangat mengharukan. Juga ketika si pemilik toko bunga berusaha menyelamatkan seorang anak yang mengalami kekerasan dalam keluarga. Drama yang mengalir tidak bisa diduga. So lebih baik tidak diceritakan disini. Tonton sendiri aja untuk lebih menikmati setiap kejutannya.


Recent Comments