27
Oct
11

Segalanya Sempurna

Sering saya dengar ungkapan atau update status dari twitter maupun facebook bahwa dalam hidup ini tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan. Secara rasio itu mungkin benar walaupun ketidak sempurnaan itu sendiri adalah produk pikiran manusia yang cenderung menilai berbagai hal dari dua sisi: baik dan buruk, benar dan salah. Namun dari pemikiran semacam ini justru membantah dengan sendirinya bahwa Tuhan itu sempurna. Jika dalam hidup ini ada yang tidak sempurna maka artinya terdapat cacat atau ada kesalahan proses selama penciptaan. Siapa pencipta produk cacat itu? Dia yang Maha Sempurna? Continue reading ‘Segalanya Sempurna’

28
Aug
11

Pembentukan Mental dan Karakter Melalui Problem Solving

Saya pernah berjanji pada seseorang untuk membimbing dia agar menjadi lebih dewasa. Namun saya bingung kaena saya sendiri masih dalam perjalanan dan rasanya akan selamanya menjalani perjuangan menjadi lebih dewasa. Suatu nasehat atau pelajaran textbook akankah mampu tertanam dalam dirinya? Tidak juga karena kata-kata hanya akan membuat seseorang lebih pintar berbicara dan hanya menjadi alat untuk membentuk image dan pergaulan. Dihadapan kenyataan yang tidak terduga karakterlah yang lebih besar berperan sementara kata-kata bijak akan lenyap ditelan emosi sesaat. Continue reading ‘Pembentukan Mental dan Karakter Melalui Problem Solving’

26
Aug
11

Laporan Pertanggungjawaban

Tanggung jawab, bukan hanya tentang membayar atas kesalahan yang telah dilakukan. Ini tentang tanggung jawab terhadap hal-hal yang mendasar tapi sering tidak disadari dan mudah untuk dilupakan. Bukan suatu hal yang mau tidak mau harus ditanggung namun sesuatu yang dijalani karena kepedulian dan tenggang rasa terhadap hal lain. Jika aku kira aku orang yang bertanggung jawab maka sekarang aku harus lebih sadar diri bahwa ada level tanggung jawab yang lebih tinggi yang aku sering remehkan, bukan hanya misalnya bertanggung jawab ketika menghamili anak orang (ups!!) Continue reading ‘Laporan Pertanggungjawaban’

15
May
10

discussion like teaching method

I really enjoy attend English class today. In this the teacher also sat with us instead of talk in the front like regular class. Like a meeting with friendly situation. He let us talk each other using our miserable english while he guide the topic. We talk about employment and working environment. While learning to make a conversation we also get to know each other.

I usually afraid to speak using english because I don’t have a friend or family who speak english. So I still feel awkward to start talking (Although I can’t stop talking when explaining about physics to 5th grade student). But this class concept make me feel very comfortable to talk although I know I make some mistake using grammar and pronounce my words. So, it is not your fault if you don’t understand about what I’m talking about. Confident is the key. So, by learn to speak english I also try too boost my confident. No mistake no gain. Continue reading ‘discussion like teaching method’

07
Aug
09

Antara aku, waktu dan sastra

Hari-hari berlalu dengan terlalu ambisius walaupun dalam kesadaran untuk tidak nyasar terlalu jauh dari prinsip. Namun kehilangan mood dan inspirasi membuatku memaksakan diri karena cemas oleh serpihan wantu yg terbuang percuma yg ingin aku pungut kembali. Seandainya ada ruang dengan gravitasi tinggi yang dapat membelokkan waktu seperti yang ada di serial dragon ball, biar satu tahun yg aku habiskan disana sama seperti satu jam di dunia nyata. Agar aku bisa berlatih dan berlatih untuk menyusun hidupku yang selalu tertunda. Mengejar umurku yang kian bertambah meninggalkan diriku dalam ketiadaan kompetensi.

Memulung masa lalu membuat kesadaran akan kekinian hilang bersembunyi dalam gelapnya masa depan yang belum pasti. Mulai lagi tidak menikmati setiap proses yang harus aku lalui, berkegiatan tapi pikiran dimana-mana. Kalut sehingga ide yang diharapkan datang rasanya kian jauh. Karena itu aku merasa telah kehilangan jalan. Jika tidak kunjung sadar masa kini akan menjadi serpihan yang tertinggal lagi seperti apa jadinya masa lalu. Aku ingat sebuah kutipan “Berusahalah terlalu keras maka kau akan kehilangan jalannya” dari buku Tao Pembelajaran yg saya lupa siapa penyusunnya. Saya merasa mulai sedikit mengerti maksudnya. Continue reading ‘Antara aku, waktu dan sastra’

29
Jul
09

menjadi lebih ilmiah dalam menanggapi informasi

Capek membaca berita yg lebih banyak isu dengan kebenaran yang belum utuh yang diplubikasikan begitu saja untuk mencari perhatian menghidupkan dunia jurnalis. Kita pun sibuk membahasnya hingga bahkan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan hal yang lebih tepat untuk diperhatikan. Kita tidak bisa hanya menjadi penyerap berita, konsumen ilmu pengetahuan, hanya berpikir sebatas dugaan tanpa tindak lanjut pembuktian akan kebenarannya.

Akupun merasa sikap ilmiahku telah hilang. Sikap ini seharusnya dimiliki semua orang bukan hanya ilmuan. Ini tentang bagaimana bersikap mempertanyakan, mencari bukti, bereksperimen untuk membuktikan, menyampaikan untuk diperdebatkan lagi. Akhir-akhir ini aku begitu malas dan menerima saja setiap informasi yang masuk. Membaca beberapa blog yang berlabel science saya mempertanyakan lagi diri sendiri betapa tertinggal peradaban kita dibandingkan orang di luar sana. Hal ini dilihat dari kedalaman penyampaian terlepas dari benar atau salah yang menjadi tugas kita juga untuk mendebat isi dengan menunjukkan data dan hasil eksperimen yang ada.

Lalu apakah cukup jika data eksperimen hanya mengambil dari apa yang dilakukan orang lain? Pengalaman menyadarkan kalau terlalu banyak hasil direkayasa dan ilmuan juga manusia yang bisa salah dan juga memiliki kepentingan. Memandang negatif terhadap hasil keilmuan juga bukan solusi yang tepat karena tidak akan membawa kita kemana-mana malah terjebak sikap jago berkomentar, menaruh harapan pada hal diluar diri kita lalu lupa hingga sensasi berita mengingatkan lagi. Saya dan kebanyakan orang sering merasa puas dengan pandangan kita yang hanya dari satu sisi, tak mau didebat hingga hanya menghasilkan kebenaran yang setengah. Menyampaikan suatu pandangan merasa cukup dan mengabaikan yang lain, kebenaran sebatas nyaman yang sebenarnya membawa ketidaknyamanan. Continue reading ‘menjadi lebih ilmiah dalam menanggapi informasi’

17
Jun
09

Mempertanyakan kesetiaan

Status dari facebook seorang teman yang menyatakan: “Tak pernah sadar sebelumnya, aku tak setia pada apapun” mengingatkanku sewaktu di Bali kemarin. Ramai aku dengar cerita tentang perselingkuhan, pengkhianatan pada teman bahkan sesama keluarga. Ketika seorang teman wanita berkata kalau semua lelaki sama saja, pengkhianat, dengan sombong aku berkata: “loh jangan disamaratakan donk, saya belum pernah selingkuh selama punya pacar, jadi saya tipe lelaki yang setia dong!!”

Setelah beberapa minggu tiba-tiba saya ingat akan pelajaran agama yang dulu selalu saya catat tapi ternyata tidak dilaksanakan dengan benar (emang ada yang udah diterapkan? :P ). Sebuah ajaran tentang Satya (dari bahasa sanskerta yang berarti setia). Ada beberapa pembagiannya_saya lupa tepatnya_seperti setia pada pikiran, setia pada kata hati, setia pada perkataan dan setia pada perbuatan. Continue reading ‘Mempertanyakan kesetiaan’

09
Jun
09

Kaze

Dalam panasnya pertempuran, ada samurai yang tergesa-gesa layaknya sekawanan ikan, yang melesat kesana kemari, menunjukkan banyak kegiatan, tapi tidak membunuh terlalu banyak musuh. Takeda Shingen yang agung akan duduk, memegang kipas perangnya dan mengarahkan pasukannya. Dia bisa melakukan itu karena dirinya memiliki tempat duduk yang strategis; pada titik di mana seluruh pertempuran akan diputuskan. Mereka menyebutnya Sang Gunung. Dia memikirkan pertempuran itu dan tahu dimana Sang Gunung sebaiknya diletakkan. Dia tidak mencoba lokasi-lokasi berbeda seperti kutu busuk yang melompat-lompat sepanjang tikar tatami. Jika aku ingin menjadi Matsuyama, gunung cemara, seharusnya aku mengambil pelajaran dari Shingen dan memikirkan apa yang sudah kuketahui dan apa yang ingin kulihat. Setelah itu, aku baru bisa menentukan gunung di tempat di mana aku kemungkinan besar melihatnya

Kaze, karya Dale Furutani

Membaca ini kembali aku ingat pada kutipan lain yang kira-kira seperti ini: “Orang bodoh membuang kesempatan, orang pintar memanfaatkan kesempatan sedangkan orang bijak menciptakan kesempatan”. Jika seperti itu lalu banyak sekali orang “pintar” di sekitarku, yang akan selalu mengambil apapun kesempatan yang ada. Dari sudut pandang lain saya memahami mereka sebagai orang tanpa tujuan kecuali uang atau jaminan kesejahteraan hidup dan menyerahkan masa depannya sepenuhnya pada Sang Takdir. Sedangkan orang “bijak” lebih mencoba memahami apa yang dia inginkan, apa yang ingin dia perjuangkan, meyakini kodratnya dan menciptakan kesempatan untuk menyukseskan apa yang ingin diraihnya. Tidak peduli akan prospek pekerjaannya, tidak hanya mengalir bersama arus tapi memahami arus dan memanfaatkan kelebihan dan kelemahannya untuk mencapai apa yang dicita-citakannya. Orang “bijak” ini bahkan berani membuang kesempatan lain yang dirasa tidak mendukung cita-citanya atau malah mengalihkannya. Membuatnya hampir berbeda tipis dengan orang “bodoh”. Melakukan itu tentu butuh keberanian yang sangat besar. Keberanian bukan tidak mengenal takut, tapi mengenali ketakutannya, menghadapinya dan menjadi kuat bersamanya. Seperti panglima perang yang akan menyerang musuh yang menutup setiap kesempatan yang dimilikinya untuk mundur.

09
Jun
09

Mencari Tauladan

Berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya saya mau cerita sedikit kenapa saya keberatan menolak saran-saran religius dan spiritual dari orang lain atau menolak ikut suatu kelompok atau aliran spiritual tertentu. Ini bukan karena merasa lebih pintar atau karena berpikir apa yang dinasehatkan tidak benar. Teori sudah begitu banyak di otak saya sehingga tidak akan seimbang jika akhirnya teori lagi yang saya dapat dan memang teori yang ada hanya itu-itu saja, belum ada yang menyampaikan sudut pandang baru tentang masalah yang saya hadapi. Apakah nasehat yang benar-benar dibutuhkan sekarang? Siapa yang paling memahami masalah kita adalah kita sendiri apabila memang berusaha memahaminya. Continue reading ‘Mencari Tauladan’

05
Jun
09

menjadi tauladan

Saya terkesan dengan komentar putri Gus Dur tentang bapaknya. Bahwa ketika mereka kecil mereka tidak dididik dengan larangan seperti orang tua kebanyakan. Gus Dur tidak pernah mengucapkan tidak boleh begini dan tidak boleh begitu pada anaknya. Yang dia beri tahukan hanya penjelasan tentang berbagai jalan yang tersedia dan konsekuensinya lalu Beliau memberikan kebebasan pada anaknya untuk memilih. Suatu cara yang memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi pada anak-anak dimana perlu kekuatan untuk menerima apa pun yang menjadi pilihan anak-anak, menerima mereka bagaimanapun jadinya mereka nanti dengan tidak menghakimi menggunakan berbagai nilai-nilai moral.

Selain itu dia juga sedikit sekali menasehati anak-anaknya dengan kata-kata karena nasehatnya tercermin dari sikap hidup dan perbuatannya. Seperti kata Gandhi: “My Life is My Message” mungkin begitulah cara terbaik untuk mengajarkan berbagai hal pada orang lain. Saya ingat sebuah cerita ketika Gandhi diminta menasehati seorang anak oleh ibunya si anak. Gandhi meminta waktu untuk itu hingga seminggu kemudian dia melakukan apa yang diminta sang ibu. Ibu itu heran dan bertanya kepada Gandhi tentang apa yang telah dilakukannya selama seminggu itu. Gandhi menjawab kalau sebelum menasehati seorang anak dia mesti melakukan dulu apa yang akan dikatakannya. Memberi contoh bukan perkataan. Continue reading ‘menjadi tauladan’




Recent Comments

perpustakaan.net on calon orang miskin
nara on calon orang miskin
nara on calon orang miskin
perpustakaa.net on calon orang miskin
DewaBagusDianAnggara on calon orang miskin
M.Abdurrahman Sunni on Solusi Divergen
coe_ on Mempertanyakan kesetiaan

 

January 2012
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

  • Omg I miss IY n your adult joke noona RT @flyx2NAL With road lee bro. 낮술 2차. 나는 초상권이있으므로 손목만. http://t.co/oiFoFTzf.............................5 days ago
  • Pake setting apps developer options di ICS malah bikin beberapa aplikasi crash.............................5 days ago
  • Coba disetting dulu di edit connection RT @onnowpurbo biasanya pakai network manager, langsung (cont) http://t.co/hzQPKMls.............................5 days ago
  • Ngantuk tapi mesti baca, sepertinya butuh tablet untuk mendukung baca sambil tiduran (baca: bermalas-malasan).............................5 days ago
  • Despite of feel so lacking in many aspect, i'll try my best to act.............................1 week ago

visitor

  • 5,462 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.